Etika Dalam Dunia DIgital

 Digital Citizenship

Menjaga Etika Dalam Dunia Digital


Gambar 1 Nine elements of digital citizenship

(Sumber: AGParts Ecuation diadaptasi dari Ribble & Bailey, 2007)

Masyarakat Digital

Masyarakat digital adalah orang yang menggunakan TI (teknologi informasi) untuk terlibat dalam masyarakat, politik, dan pemerintahan. Karen Mossberger salah satu penulis Digital Citizenship: The Internet, Society , and Participation mennulis masyarakat digital adalah “those who use internet regulary and effectively”.

Orang yang menyebut dirinya masyarakat digital biasanya sering menggunakan TI, membuat blog, mengirim e-mail, menggunakan media sosial, dan berpartisipasi dalam jurnalisme online. Menurut Thomas Humphrey Marshall seorang sosiologis berkebangsaan Inggris, kerangka utama dalam masyarakat memiliki tiga tradisi berbeda : liberalisme, republikanisme, askriptivisme. Dalam hal ini, untuk meningkatkan kesempatan ekonomi yang seimbang dan partisipasi politik, masyarakat digital wajib ada.

Ada 9 elemen dalam masyarakat digital menurut Mike Ribble:

  • Akses Digital

  • Perdagangan Digital

  • Komunikasi Digital

  • Etika Digital

  • Literasi Digital

  • Kesehatan Digital

  • Hukum Digital

  • Hak dan Tanggung Jawab Digital

  • Keamanan Digital

Dalam artikel ini penulis akan menjelaskan hal yang berkaitan langsung dengan salah satu elemen dalam masyarakat digital.

Etika Digital 

Etika digital adalah sebuah konsep baru tidak seperti etika sosial yang sudah tertanam pada tiap individu sejak lahir. Etika digital biasa digunakan sebagai kode etik (code of conduct) untuk mempromosikan kelakuan baik dalam penggunaan TI, terutama dalam platform seperti media sosia, e-mail, forum dan platform online lainnya.

Era digital ini bagaikan pedang bermata dua, batas batas ruang yang tadinya ada, dalam era ini seakan menghilang. Dari kebebasan ini menimbulkan pertanyaan terkait kode etik digital. Jika etika digital itu penting bagaimana cara menjaganya?. 

Beberapa contoh kode etik digital:

  • Jauhi bahasa yang bersifat negatif atau kasar.

  • Perlakukan semua pengguna secara adil dan setara.

  • Hormati pendapat orang lain.

  • Jangan menyebarkan postingan orang lain tanpa seizin penulis.

  • Hormati hak properti digital.

  • Jangan menjiplak karya, cantumkan sumber dari artikel yang anda buat.

  • Pastikan menulis ke satu titik, dan tetap fokus pada topik.

  • Baca dulu secara teliti, lalu jawab (komentar)

  • Tinjau dua kali sesuatu yang kita tulis, lalu kirim.

  • Ingat kelas online tetaplah sebuah kelas.

  • Cobalah pahami bahasa bahasa internet.

  • Pertimbangkan privasi orang lain.

  • Jika memungkinkan, buatlah lampiran sekecil mungkin.

  • Jangan pernah kirim, forward, posting materi yang tidak pantas.

Ingat hal yang menurut anda benar belum tentu dianggap baik oleh orang lain, pembaca tulisan anda bisa saja salah paham dan menganggap tulisan anda offensive. Mungkin menurut anda ini adalah hal sepele, namun jika tulisan anda menyingung hal yang bersifat sensitif dalam budaya, ras, dan agama tertentu. Bersiaplah menyiapkan pembelaan di depan pengadilan.

Tentu saja hal ini bisa berlaku sebaliknya, sebagai pengguna internet anda harus bisa memahami isi sebuah post/tulisan sebelum anda memberikan komentar.

Gambar 2 Misunderstood
Sumber: Grammartop

Ingat pada media digital terutama internet, semua hal yang anda tulis akan menghasilkan jejak digital (digital footprint). Berbeda dengan media tulis seperti buku yang sangat mudah untuk dihapus, jejak digital ini bersifat publik artinya semua orang yang menggunakan internet dapat melihatnya.

Maka dari itu perlunya masyarakat digital untuk bersifat bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan TI. Jangan sampai sesuatu yang anda tulis dan tinggalkan di internet menimbulkan masalah di masa depan.

Untuk lebih memahami etika digital anda bisa melihat beberapa video ini:



Sumber : 

Comments

Popular Posts