Digital Citizenship, Analisa E-Commerce

 Digital Citizenship

E-Commerce

Gambar 1: E-Commerce
Sumber : IdCloudHost.com

E-Commerce

Di lansir dari halaman Perpustakaan University of North Texas, e-commerce adalah semua transaksi yang dilakukan menggunakan berbagai alat elektronik, seperti telepon, komputer, televisi dan yang paling populer, internet.Dalam artikel ini penulis akan mencoba untuk menganalisa e-commerce fiverr dan Tokopedia.

Fiverr 

Gambar 2 : Logo Fiverr
Sumber : Fiverr

Fiverr adalah sebuah e-commerce yang didirikan pada tahun 2010. Dimana pembentukan Fiverr ini bertujuan untuk memudahkan Enterpreneur atau sebuah bisnis menggunakan jasa Freelancers.

Dimana Fiverr menghadirkan model Service-as-a-Product (“SaaP”), hal ini membuat bekerja dengan seorang Freelancers menjadi lebih mudah seperti membeli barang melalui e-commerce selayaknya Amazon.

Model Bisnis Fiverr 

Model bisnis dari Fiverr berbentuk sebuah Marketplace yang menyediakan barang berupa jasa seperti:

  • Graphics & Design

  • Digital Marketing

  • Writing & Translation

  • Video & Animation

  • Music & Audio

  • Programming & Tech

  • Business, and Lifestyle

Gambar 3 : UI Fiverr
Sumber : Fiverr Form F1

Model bisnis yang unik ini merubah fundamental cara sebuah Bisnis (Pengusaha) bekerja sama dengan seorang Freelancer.


Untuk pengusaha/ enterpreneur :

  • Mencari talent terbaik, negosiasi dan mengontrak seseorang, dahulu adalah proses yang sulit, mahal, dan memakan waktu. Dengan adanya Fiverr semua proses ini dipercepat dan dipermudah

  • Awalnya mencari sebuah talent dengan referensi yang menjanjikan itu sangatlah sulit dan tidak bisa diandalkan. Di dalam Fiver semua jasa yang ditawarkan memiliki bukti bukti transaksi, review, dan portofolio dari pekerjaan yang sudah pernah dilakukan penyedia jasa tersebut.


Untuk Freelancer :

  • Uniknya platform yang disediakan Fiverr memberikan seorang freelancers akses langsung ke pasar Global.

  • Sebagai Freelancer banyak waktu dan usaha yang terbuang untuk pemasaran dan penawaran proyek, Fiverr mempercepat proses tersebut dengan cara menghadirkan pelanggan tanpa adanya usaha dari para Freelancer.

  • Setelah pesanan dibuat, Fiverr menyediakan Back-office tools yang diperlukan dalam mengelola dan menjalankan bisnis anda dengan cara yang paling efisien.


Dari dua hal diatas dapat dilihat model bisnis dari Fiverr pada umumnya berjenis C2B (Consumer-to-Business) dimana biasanya pelanggan yang menggunakan FIverr adalah sebuah Bisnis / Organisasi tertentu. Hal ini tidak menutup kemungkinan adanya pelanggan yang bersifat individu, oleh karena itu model bisnis FIverr bisa juga berjenis C2C (Consumer-to-Consumer).


Tokopedia

Gambar 4: Logo Tokopedia
Sumber: Tokopedia

Apa Itu Tokopedia?

Tokopedia adalah sebuah platform Marketplace e-commerce yang menjadi perantara penjual dengan pembeli sekaligus untuk melakukan penjualan dan memiliki fasilitas pembayaran yang sudah terintegrasi dan tentunya aman. 


Model Bisnis Tokopedia

Bisa dibilang Tokopedia menggunakan model bisnis yang sangat jarang digunakan. Model bisnis yang digunakan tokopedia adalah C2C (Consumer-to-Consumer) dimana para penjual dan pembeli yang bertransaki menggunakan Tokopedia adalah klien dari Tokopedia.


Memasarkan Digital Commerce ke dalam Masyarakat

Transaksi jual beli sangatlah lekat dalam kehidupan masyarakat, dari tahun ke tahun sudah ada beberapa perubahan dalam proses jual beli. Untuk saat sekarang proses transaksi komersil yang menggunakan internet menjadi cara yang sangat populer. Namun tentu saja tidak semua orang dapat menerima proses transaksi tersebut, beberapa poin penting dalam memasarkan e-commerce ke dalam masyarakat adalah :

  1. Tingkatkan Kepercayaan 

Pada dasarnya hal yang paling penting dalam bertransaksi adalah keamanan dan kepercayaan antara penjual dengan pembeli. Masih sangat banyak orang dalam membeli suatu produk harus melihat bentuk dari produk tersebut secara langsung, tentunya dengan e-commerce hal ini mustahil dilakukan.

Sebagai pihak pemilik e-commerce seharusnya bisa memberikan sebuah peraturan kepada semua penjual yang menjual produknya melalu platform yang mereka sediakan. Peraturan ini bisa dalam bentuk kewajiban penjual untuk menyediakan Foto/Video bukti produk yang dijual, tentunya Foto/Video ini harus mencakup seluruh produk yang dijual.


  1. Keamanan Transaksi

Keamanan dalam bertransaksi juga menjadi point penting dalam terlangsungnya proses jual beli. Banyaknya beredar informasi penipuan transaksi jual beli online memberikan pengaruh langsung kepada masyarakat. Sebelum adanya marketplace e-commerce, proses keamanan jual beli online di Indonesia sangatlah rendah, satu satunya sistem keamanan yang ada adalah dengan menggunakan rekber.

Adanya sosialisasi tentang keamanan transaksi internet melalu platform marketplace sangatlah penting dalam pemasaran sebuah platform e-commerce. Sosialisasi ini dapat mendukung meningkatkan animo masyarakat dalam menggunakan e-commerce.


  1. Tawar Menawar 

Proses tawar menawar adalah hal yang lumrah dalam transaksi tradisional. Tidak adanya proses tawar menawar inilah membuat masyarakat masih enggan menggunakan e-commerce.

Proses tawar menawar di internet masih sangatlah kurang, beberapa platform e-commerce belum mengimplementasikan proses tawar menawar dalam sistem mereka. Ada juga yang menyebut proses ini mengurangi keuntungan dari para penjual, sehingga para penjual juga enggan menggunakan sistem tawar menawar.

Adanya sistem tawar menawar yang memumpuni di dalam sebuah e-commerce, bisa menjadi faktor penting dalam meningkatkan animo masyarakat untuk  menggunakan platform e-commerce.



Sumber : 

    Accurate.id, E-commerce

    Perpustakaan University of North Texas

    Fiverr 101

    Fourweekmba, Breaking Down Fiverr Overall Business Model

    Ginee, Proses Bisnis Tokopedia








Comments

Popular Posts